Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)

Home
Welcome to the Frontpage
Rafting with SKP PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 12 March 2015 18:50

Daftarkan segera diri Anda di:


 
Jaminan Kesehatan Nasional dan peluang bagi Asosiasi Apotek PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 03 November 2014 14:41

Jaminan Kesehatan Nasional dan peluang bagi Asosiasi Apotek

Oleh: Andi Hermansyah, Apt

Tidak terasa beberapa saat lagi kita akan meninggalkan tahun 2014 menuju tahun 2015. Jika kita maknai secara mendalam, di tahun 2014 terdapat beberapa kejadian yang dapat dijadikan momentum perubahan untuk pengembangan profesi apoteker khususnya di sektor pelayanan kefarmasian di komunitas. Salah satunya adalah penerapan Jaminan Kesehatan Nasional sejak 1 Januari 2014.

 

Penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak dapat dipungkiri merupakan salah satu isu yang paling banyak diperbincangkan di sektor kesehatan. JKN yang berupaya untuk mencakup pembiayaan kesehatan seluruh rakyat Indonesia di akhir tahun 2019, menurut pendapat penulis, adalah bentuk reformasi kesehatan yang fundamental karena misi yang diusung JKN akan berdampak langsung pada pelaku kesehatan termasuk apoteker. Peran apoteker di dalam JKN serta tantangan dan peluangnya telah dibahas oleh Sdr. Vania Gones pada tulisan sebelumnya di laman ini, namun dalam bahasan kali ini, penulis ingin mengutarakan sisi lain bahwa JKN dapat menjadi momentum bagi apoteker untuk bergerak bersama dalam suatu wadah asosiasi fasilitas kesehatan. Fokus tulisan kali ini adalah peluang untuk peningkatan peran apoteker melalui asosiasi apotek.

 

Last Updated on Thursday, 12 March 2015 18:46
 
Apoteker di era JKN : tantangan atau kesempatan? PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 22 September 2014 10:41

Apoteker di era JKN: tantangan atau kesempatan?

Oleh : Vania Gones


Pada 1 Januari 2014, pemerintah Indonesia resmi menerapkan sistem jaminan kesehatan nasional, yang dikenal dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang berbeda dengan sistem jaminan kesehatan nasional sebelumnya. Sebelum JKN diterapkan, sistem jaminan kesehatan nasional sebenarnya telah diterapkan di Indonesia untuk berbagai kalangan, seperti pegawai negeri (melalui Asuransi Kesehatan/ASKES), masyarakat miskin (Jaminan Kesehatan Masyarakat/JAMKESMAS), tenaga kerja swasta (melalui Jaminan Sosial Tenaga Kerja/JAMSOSTEK). Bagi masyarakat yang tidak termasuk ke dalam kategori tersebut, dapat memiliki asuransi kesehatan pribadi yang dikelola oleh perusahaan swasta. Pada prinsipnya, penerapan JKN bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah[1]. Perbedaan mendasar dari JKN dengan sistem sebelumnya adalah pengelolaan terpusat oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, bersifat wajib, dan menyeluruh secara nasional. Akan tetapi, dampak dari perubahan sistem kesehatan baru terhadap profesi apoteker di Indonesia, serta perubahan global dalam profesi apoteker dan kaitannya dengan sistem kesehatan nasional, dan bagaimana apoteker Indonesia dapat berkontribusi untuk mendukung JKN perlu ditelaah lebih lanjut.

 

 

Setelah penerapan JKN di Indonesia, banyak spekulasi mengenai dampak dari penerapan sistem baru tersebut kepada fungsi apoteker di Indonesia. Pada saat ini, masih terlalu dini untuk memastikan fungsi dan peran apoteker dalam JKN karena masih banyaknya ruang untuk pengembangan. Akan tetapi, dengan melihat peraturan dan struktur organisasi fasilitas kesehatan, maka dapat disimpulkan bahwa peran apoteker yang diakui terbatas hanya pada pengelolaan dan penyediaan obat dan alat kesehatan [2, 3]. Lebih jauh lagi, untuk dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, apotek tidak dapat berdiri sendiri sebagai sebuah fasilitas kesehatan, tetapi harus berafiliasi dengan klinik. Sistem tersebut semakin mengurangi kesempatan apoteker untuk bersuara, bernegosiasi, dan mengaktualisasikan diri sebagai seorang tenaga kesehatan.Lain halnya dengan di Australia, di mana pemerintah hanya menjamin pembelian obat yang dibeli di apotek, dan hanya di beberapa rumah sakit pemerintah. Dalam sistem yang demikian, para apoteker melalui PharmacyGuild of Australia, dapat bernegosiasi dengan pemerintah.

 

Last Updated on Thursday, 12 March 2015 18:48
 
Selalu Waspada Dibalik Manfaat Aseton PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 24 September 2014 08:13

Selalu Waspada Dibalik Manfaat Aseton

Oleh : Septi Hanna Dwisari

 

 

Tanpa kita sadari, sehari-hari kita hidup sangat dekat dengan zat-zat kimia berbahaya, misalkan pada penyemprot atau losion anti serangga, beberapa jenis kosmetik, bahan pelumas, bahan bakar, cat, cairan pembersih, dan sebagainya. Produk berbahan kimia dalam kehidupan sehari-hari ini dapat membahayakan manusia jika dalam jumlah tertentu baik secara sengaja maupun tidak sengaja terhirup, tertelan, masuk dalam aliran darah, ataupun terpapar pada kulit manusia. Efek racun yang ditimbulkan oleh zat-zat kimia tersebut tergantung pada dosis, sifat zat, kondisi tubuh manusia yang terpapar, dan bentuk paparannya. Bahaya paparan produk zat-zat kimia ini dapat langsung terlihat mengganggu organ tubuh manusia yang kemudian dikenal dengan istilah keracunan. Namun, zat-zat kimia ini juga dapat terakumulasi dan menimbulkan gangguan tubuh dalam jangka panjang. Menurut data WHO, pada tahun 2004 diperkirakan 346.000 jiwa meninggal dan 7,4 juta orang mengalami kecacadan dikarenakan keracunan zat kimia yang tidak disengaja.

 

Last Updated on Thursday, 12 March 2015 18:47
 
Sesi Indonesian Young Pharmacicts Group (IYPG) pada Kongres Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2014, 22 Februari 2014 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 12 March 2014 07:48

Kongres Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) telah terlaksana pada 21 – 23 Februari 2014 di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Even itu digunakan sebagai ajang laporan pertanggungjawaban pengurus IAI masa bakti 2009 – 2013 dan pemilihan Ketua IAI yang baru periode 2014-2018, serta kegiatan seminar ilmiah. Bersamaan dengan itu, Indonesian Young Pharmacists Group (IYPG) berkesempatan melaksanankan kegiatan country sharing dan diskusi panel melibatkan perwakilan anggota Asian Young Pharmacists  Group (AYPG). Tema besar yang diangkat adalah sistem jaminan kesehatan. Hal ini sejalan dengan sistem jaminan kesehatan nasional di Indonesia yang mulai diimplementasikan per 1 Januari 2014.

Last Updated on Wednesday, 12 March 2014 08:06
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 1 of 2

Halaman Terkait

Latest News

Favorit


Powered by Joomla!. Designed by: free Joomla template top actors list Valid XHTML and CSS.